Kamis, 14 Juni 2012

DAMPAK NARKOBA DAN SEKS BEBAS


Dampak Narkoba dan Seks Bebas

A. PENYALAHGUNAAN NARKOBA
PENGERTIAN NARKOBA
Istilah narkoba sering disalah artikan sebagai narkotika, obat, dan bahan berbahaya. Pengertian yang benar mengenai narkoba adalah narkotika, psikotropika, dan bahan adiktif lainnya. Banyak jenis narkoba dan psikotropika memberi manfaat yang besar bila digunakan dengan baik yang benar dalam bidang kedokteran. Narkotika dan psikotropika menyembuhkan banyak penyakit dan mengakhiri penderitaan. Dalam dunia medis narkotika dan psikotropika banyak digunakaan dalam tindakan operasi yang di dahului dengan pembiusan.
Sebagian jenis narkoba yang dapat dugunakan dalam pengobatan pada saat ini, penggunanya sangat terbatas. Penggunaannya sangat hati-hati dan mengikuti aturan pakai yang disyaratkan secara medis, contohnya: morfin (opium mentah) dan (opioida sintetik) berguna untuk menghilangkan rasa sakit pada kanker, amfetamin untuk mengurangi nafsu makan, serta berbagai jenis pil tidur dan obat penenang. Adapun kodeln yang merupakan bahan alami pada candu, secara luas digunakan pada pengobatan sebagai obat batuk.

PENGARUH BERBAGAI JENIS NARKOBA PADA TUBUH
Opiodia
Opiodia alami berasal dari getah opium poppy (opiat), seperti morfin, opium/candu, dan kodein. Contoh opiadia semi sintetik adalah heroin/putauw, dan hidromorfin.
Ganja (marijuana, cimeng, gelek, dan hasis)
Ganja mengandung THC (tetrabudrocannabinol) yang bersifat psikoaktif. Ganja yang dipakai biasanya berupa tanaman kering yang diranjang, dilinting, dan disulut seperti rokok.
Kokain
Kokain berasal dari tanaman koka, yang tergolong stimulansi yang berbentuk  kristal putih.
Golongan Ameftamin
Golongan Ameftamin termasuk stimulansi bagi susunan syaraf pusat, yang disebut juga upper, ameftamin sering digunakan untuk menurunkan berat badan, karena dapat mengurangi rasa lapar dan mengurangi rasa kantuk.
Halusinogen
Halusinogen berbentuk seperti kertas berukuran seperempat perangko denggan banyak warna dan gambar, atau berbentuk pil dan kapsul. Cara pemakaiannya dengan meletakan LSD pada lidah.

PENYALAHGUNAAN NARKOBA
Alasan seseorang menyalahgunakan nakoba diantaranya untuk mengatasi stres, bersenang-senang, atau sosialisasi. Biasanya seseorang mulai mencoba narkoba (aperimental use) karena ditawarkan oleh teman dan untuk memenuhi keingintahuannya. Sebagian orang akan menggunakannya lagi dengan tujuan bersenang-senang (recreational use) atau untuk bersosialisasi (social use). Bahaya penyalagunaan narkoba sengat besar, bukan hanya merusak tubuh, tetapi juga masa depan. Penyalagunaan narkoba mengakibatkan rusaknya organ tubuh, seperti hati, jantung, syaraf, mata, kulit, dan lain-lainya.


PENYEBAB PENYALAHGUNAAN NARKOBA
1. Faktor Kepribadian
Individu yang mencoba-coba menggunakan narkoba biasanya memiliki sedikit pengetahuan akan narkoba serta efek-efek bahaya yang ditimbulkan oleh narkoba. Individu tersebut tidak bisa mengontrol keinginanya untuk mencoba (sifat ini biasanya dimiliki anak baru gede yang labil), sikap impulsive dengan didorong oleh rasa ingin tahu yang kuat akan mempengaruhi self knowledge sehingga ia menjadi terjebak dalam ketergantungan yang tinggi akan obat-obatan tersebut.
Adjustment yang tidak tepat
Individu yang memiliki benturan-benturan konflik yang menimbulkan frustasi membuat individu melakukan kompensasi dengan terlibat dalam penyalahgunaan narkoba sebagai bentuk tension reduction. Biasanya individu yang tidak biasa dalam menghadapi penyelesaian masalah cenderung untuk mrnggunakan narkoba, hal ini disebabkan individu melakukan malAdjustment akibat pengalaman-pengalaman dalam making decision untuk menyelesaikan permasalahan dirinya. Kecemasan yang di timbulkan oleh konflik individu tersebut dapat menguranginya dengan menkonsumsi narkoba.
b. Pleasure principle
Individu yang terbiasa pada kesenangan semata justru menghindari permasalahan yang lebih ruwet, biasanya mereka lebih menyukai penyelesaian masalah secara instan dan praktis. Mereka tidak terbiasa bersikap sabar, telaten, ulet, atau berfikir konstruktif, dan hanya berfikir simple yang hanya mendatangkan kesenangan sesaat, yaitu dengan cara mengkonsumsi narkoba yang bisa memberikan rasa euphoria secara berlebihan.
2. Masyarakat yang permisif dan individualis
Quote:
Lingkungan yang individualistik seperti yang terdapat dalam kehidupan kota besar cenderung kurang peduli dengan orang lain dan lingkungannya, mereka hanya memikirkan permasalahan dirinya tanpa peduli dengan orang sekitarnya, biasanya orang - orang seperti ini selalu beranggapan bahwa yang penting bukan dirinya, saudara/familinyatidak terlibat narkoba maka ia tidak mau ambil pusing dengan penyalah gunaan narkoba ini yang semakin meluas pada remaja dan pada anak-anak.

Pengaruh teman
Pengaruh teman atau kelompok sangat penting terhadap penggunaan narkoba, hal ini disebabkan sebagai syarat kemudahan untuk dapat diterima oleh anggota kelompok. Kelompok atau genk mempunyai kebiasaan perilaku yang sama antar sesama anggota. Jadi tidak aneh bila kebiasaan berkumpul ini juga mengarahkan perilaku yang sama untuk mengkonsumsi narkoba bersama pula.

b. Hukuman yang terlalu ringan
Hukuman/sangsi yang diberikan kepda pengguna dan pengedar narkoba yang terlalu ringan juga mempengaruhi penggunaan narkoba secara meluas, apalagi bila terjadinya penegakan hukum yang kurang adil, misalnya individu yang kedapatan menggunakan narkoba di hukum ringan dengan cara membayar, ini tidak akan efektif dan memberikan efek jera untuk memerangi penyebaran penggunaan narkoba. Tetapi apabila pihak yang berwenang memberikan hukuman yang seberat-beratnya kalau perlu hukuman mati akan memberikan efek jera pada pemakai atupun pengedar, dan juga mempengaruhi secara psicologis bagi masyarakat untuk menggunakan narkoba.
3. Kontrol keluarga
Quote:
Orang tua yang terlalu sibuk jarang mempunyai waktu untuk mengontrol anak-anaknya. Anaka yang kurang perhatian dari orang tuanya cenderung mencari perhatian dari luar, biasanya mereka juga mencari "kesibukan" bersama teman-temanya. Anak-anak abusive juga kurang mendapat perhatian dan kasih sayang dari kedua orang tuanya, termasuk mengenal norma-norma yang seperlunya diperkenalkan sejak dini dari dalam keluarga.

Disiplin dan tanggung jawab
Tidak semua penyalahgunaan narkoba yang dilakukan oleh remaja dimulai dari keluargayang broken home, semua anak mempunya potensi yang sama untuk terlibat dalam penyalahgunaan narkoba. Pengenalan anak terhadap disiplin dan tanggung jawab akan mengurangi resiko anak terjebak didalamnya. Apabila anak sudah mempunyai tanggung jawab terhadap tuhannya, dirinya, orang tuanya dan juga terhadap masyarakatnya, maka tersebut akan mempertimbangkan beberapa hal untuk mencoba-coba menggunakan narkoba.
4. Faktor Pendidikan
Quote:
Kampanye sangat di butuhkan untuk memberikan informasi akan bahayanya menggunakan narkoba. Pemerintah dan instansi terkait seharusnya berperan proaktif terhadap pencegahan penggunaan narkoba dikalangan generasi muda sebagai penerus bangsa, karena dampaknya kesehatan akan mempengaruhi generasi muda di masa mendatang. Poster-poster anti narkoba seharusnya juga tidak menggambarkan dampak kematian semata, melainkan juga harus bersifat informatif yang berkenaan dengan dampaknya dalam waktu singkat terhadap penggunaan narkoba.

Pendidikan disekolah
Pendidikan akan bahayanya narkoba di sekolah-sekolah juga merupakan salah satu bentuk kampanye, kurangnya pengetahuan yang dimiliki oleh siswa akan bahayanya narkoba juga dapat memberikan andil terhadap meluasnya pengguna narkoba dikalangan pelajar.

B. PENDIDIKAN SEKS
Pengertian Pendidikan Seks
    Pendidikan seks dapat diartikan sebagai penerangan tentang anatomi fisiologi seks manusia, bahaya penyakit kelamin, dan sebagainya, pendidikan bisa juga diartikan sebagai seks play yang hanya perlu diberikan kepada orang dewasa. Adapun pengertian seks adalah membimbing serta mengasuh seseorang agar mengerti tentang, arti, fungsi, dan tujuan seks. Sehingga ia dapat menyalurkan baik, benar, dan legal. Pendidikan seks mempunyai ruangan pembahasan yang luas dan kompleks. Pendidikan seks bukan hanya ialah penerangan mengenai anatomi, seperti pertumbuhan rambut pada ketiak dan sekitar alat kelamin.
Tujuan Pendidikan Seks
    Tujuan utamanya adalah melahirkan individu-individu yang senantiasa dapat meyesuaikan diri dengan masyarakat dan lingkungannya, serta bertanggung jawab, baik terhadap dirinya maupun orang lain. Adapun tujuan akhir pendidkan seks adalah pencegah kehamilan diluar pernikahan.
Pendidikan Seks Penting Bagi Remaja
    Masih banyak yang belum mengenal seks dengan baik dan benar. Hal ini disebakan norma dan nilai dalam masyarakat kita menganggap pendidikan seks masih tabu untuk dibicarakan secara terbuka dan hanya merupakan masalah orang dewasa. Pandangan demikian mengandung banyak kebenarannya terutama pada masa lampau, ketika informasi seks masih sangat terbatas. Namun saat ini informasi tentang seks lebih mudah diperoleh dan sangat banyak.
.
BAHAYA SEKS BEBAS
Perilaku seks pernikahan dan seks bebas terutama dikalangan remaja sangat berbahaya bagi perkembangan mental (psikis), fisik, dan masa depan seseorang. Berikut beberapa bahaya utama akibat seks pernikahan dan seks bebas.
Menciptakan kenangan buruk: norma-norma yang berlaku di masyarakat menyatakan bahwa terbukti telah melakukan seks pernikahan atau seks bebas maka secara moral pelaku dihantui rasa bersalah yang berlarut-larut.
Mengakibatkan kehamilan: kehamilan yang terjadi akibat seks pernikahan dapat menjadi beban mental yang luar biasa hebat. Biasanya kehamilan ini tidak diharapkan orang tuanya, sehingga muncul istilah kehamilan diluar nikah sebagai suatu “kecelakaan”.
Menggugurkan kandungan (aborsi) dan pembunuhan bayi: banyak kehamilan yang terjadi akibat perilaku seks pernikahan merupakan kehamilan yang tidak diharapkan. Untuk itu, sebiasa ayah maupun ibu dari bayi yang akan dilahirkannya itu.
Penyebaran penyakit: perilaku seks bebas dengan berganti-ganti pasangan sangat berpotensi pada penyebaran penyakit kelamin.
Timbul rasa ketagihan: seks pernikahan dan seks bebas mengundang rasa ketagihan bagi para pelakunya. Sekali mencoba akan melakukan terus menerus perbuatan tersebut.

Kenakalan remaja belakangan ini sering kita lihat di kota-kota sangat memprihatinkan sekali, semuanya ini bukan hanya disebabkan oleh faktor remaja itu sendiri tetapi ada lagi faktor lain yang mendasarinya. Ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan seseorang melakukan sex bebas yaitu:

    Orang tua,
    Kurangnya bimbingan dan pengawasan orang tua sudah pasti akan membuat anak menjadi liar, orang tua yang terlalu percaya kepada anak tanpa mengetahui aktivitas yang dilakukan oleh anak-anaknya merupakan tindakan yang salah yang berakibat fatal bagi si anak sendiri. Bahkan bukan tidak mungkin sebenarnya orang tua sendiri yang menjerumuskan anaknya, sebagai contoh misalnya, orang tua merasa malu kalau anaknya yang sudah SMA ataupun sudah remaja belum punya pacar, pasti akan ditanya, akhirnya si anak cari pacar, awalnya mungkin biasa saja, ke tokok buku, atau sesekali ke cafe. Lalu pelan-pelan naik pangkat pegang tangan, lalu naik pangkat lagi, dan meningkat ke lainnya. Orang tua yang terlalu otoriter juga tidak baik bagi perkembangan psikologi anak, ketika ia mendapatkan sekali kebebasan ia lupa segalanya.
    Lingkungan/teman
    Sekuat apapun kita mempertahankan diri kalau lingkungan dan orang-orang terdekat kita tidak mendukung kita, bukan tidak mungkin kita yang akhirnya terikut dengan mereka. Contohnya seorang pecandu narkoba awalnya cuma ikut-ikutan dengan teman-temannya dan sekedar iseng, begitu juga dengan sex bebas.
    Uang
    Di zaman sekarang ini uang adalah segala-galanya, tolok ukur seseorang ada pada uang, kehormatan, harga diri semua diukur dengan uang. Makanya orang-orang yang kebutuhannya tidak terpenuhi mencari penghasilan tambahan dengan cara seperti itu, dengan iming-iming uang semua menjadi tidak berarti. Apa yang harampun dihalalkan.
    Iman yang lemah
    Seseorang yang tidak punya iman dihatinya sudah pasti dia tidak tahan dengan godaan duniawi yang memang berat, sekecil apapun godaan itu apalagi godaan berat.
    Ketagihan
    Sex sama seperti orang makan, kebutuhan mutlak setiap orang. Tetapi kalau dia tidak dikelola dengan benar akibatnya bisa gawat. Sekali saja mencoba pasti akan mau lagi, dan mau lagi, sama seperti kecanduan.

MENGHINDARI SEKS BEBAS
Pencegah menurut agama
Memisahkan tempat tidur anak: setiap orang tua berusaha untuk mulai memisahkan tempat tidur anak-anaknya ketika mereka memasuki minimal usia tujuh tahun.
Meminta izin ketika memasuki kamar orang tua: sejak dini anak-anak sudah diajarkan untuk selalu meminta izin ketika akan masuk kamar orang tuanya saat-saat tertentu.
Mengajarkan adab memandang lawan jenis: berilah pengertian mengenai adab dalam memandang lawan jenis sehingga anak dapat mengetahui hal-hal yang baik dan buruk.
Larangan menyebarkan rahasia suami-istri: hubungan seksual merupakan hubungan yang sangat khusus diantara suami-istri. Karena itu, kerahasiaan perlu dijaga.

Pencegah seks bebas dalam keluarga
Faktor keluarga sangat menentukan dalam masalah pendidikan seks sehingga perilaku seks bebas dapat dihindari. Berikut ini adalah beberapa hal yang harus diperhatikan dalam usaha untuk mencegah perilaku seks bebas.
Keluarga harus mengerti tentang permasalahan seks, sebelum menjelaskan kepada anak-anak mereka,
Seorang ayah mengarahkan anak laki-laki, dan seorang ibu mengarahkan anak perempuan dalam menjelaskan masalah seks.
Jangan menjelaskan masalah seks pada anak laki-laki dan perempuan pada waktu dan ruang yang sama,
Hindarilah hal-hal yang berbau porno saat mejelaskan masalah seks, pilihan kata-kata yang sopan,
Penting bagi kedua orang tua untuk meyakinkan bahwa teman-teman putra-putri mereka, adalah anak-anak yang baik

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar